Rindu itu terus saja datang, ntah apa yang ia inginkan dari diriku saat ini.
Rindu ini bersifat parasit, parasit yang selalu menggerogoti hati dan perasaan. Rindu ini memeluk hati ku seutuhnya, hingga yang ku rasa hanyalah sesak,ingin lepas namun tak berdaya.
Mencintaimu mungkin adalah salah, namun aku tak pernah menyalahkan Tuhan atas rasa cinta yang ia berikan itu. Aku bersyukur bisa mencintaimu dengan sempurna, dengan tulus. Walaupun wujudmu saja tak dapat aku kenali lagi. Kamu, ntah pesona apa yang kau punya hingga diriku merasa selalu ingin bersamamu walaupun hanya lewat pesan. Kamu selalu menjadi tujuan ketika aku merasa lelah dan ingin pulang. Namun bagaimana aku bisa pulang jika rumahku telah hilang ? Ya hilang, ntah kata apa yg cocok untuk menjelaskan bahwa aku telah kehilanganmu. Dan kehilanganmu adalah hal terburuk yang aku alami. Maaf, maaf aku lupa menjadi orang yang menyenangkan untukmu hanya karna aku selalu berusaha menjadi yang terbaik.
Kini tak ada lagi yang bisa aku harapkan, hanya rindu yang tersisa, jika boleh aku meminta, aku mau meminta pada Tuhan, tolong pertemukan aku dengan mu walau aku tau itu tak akan terjadi.